・・・
Inginku menjadi sabar seperti Asiyah, yang dengan menjaga ketaqwaannya disediakannya istana megah di Syurga baginya.
Inginku menjadi tabah seperti Sumayyah, yang dengan keimanannya dijaminkannya ia bersama keluarganya berkumpul kembali di Syurga Firdhaus.
Inginku menjadi setangguh Nusaibah, yang dengan kekuatannya ia mampu menjadi satu-satunya wanita perkasa yang disebut pedang kirinya Rasulullah dan syahid menjemput kematiannya.
Inginku menjadi semulia Ainul Mardhiah, yang keberadaannya di Syurga terjaga hanya untuk kaum adam yang wafat dalam keadaan berjuang di jalan الله, dan itu bukti cintanya.
Inginku menjadi amanah seperti Muthi'ah, yang dengan ketaatan serta pengabdiannya terhadap suaminya maka jadilah ia wanita pertama penghuni Syuga, bahkan membuat Sayyidatina Fatimah Az-Zahra penasaran akan keberadaannya.
Namun, siapalah aku ini?
Berharap ingin menjadi seperti wanita-wanita sederhana namun hebat itu, sedangkan gundukan dosaku pun sudah tak terhingga.
Aku hanya si pendosa di akhir zaman yang tidak memiliki apapun, kecuali kesadaran bahwa taubat adalah satu-satunya langkahku untuk memperbaiki semuanya. Keluar dari lubang hitam kejahiliyahan.
Semoga taubat nasuha ini mampu menjadi kendaraanku kelak saat menyeberangi jembatan siroth, meskipun bentuknya hanya seperti bangal dan tidak secepat buraq, tapi setidaknya mampu membantuku untuk tidak terjatuh ke bawahnya.
Allahumma aamiin.
-fajria ahmad-
@tausiyahku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar